CAPAIAN PERJANJIAN KINERJA
TAHUN : 2017
DITJEN KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN
KEMENTERIAN KESEHATAN

NO
SASARAN STRATEGIS
NO
INDIKATOR KINERJA
   SATUAN   
TARGET 2017
KETERANGAN
1
Meningkatnya akses, kemandirian dan mutu sediaan farmasi dan alat kesehatan
1
Persentase Puskesmas dengan ketersediaan obat dan vaksin essensial
Persen(%)
85
TW
Target
Realisasi
Persentase
Akumulatif % Capaian Sampai Bulan Ini
Uraian Realisasi
TW 1
60
62.67
104.45
73.73
-
TW 2
70
70.46
100.66
156.62
-
TW 3
80
78.13
97.66
248.54
-
TW 4
85
248.54
2
Jumlah bahan baku sediaan farmasi yang siap diproduksi di dalam negeri (kumulatif)
Jumlah
0
TW
Target
Realisasi
Persentase
Akumulatif % Capaian Sampai Bulan Ini
Uraian Realisasi
TW 1
20
16
80.00
0
Dalam mencapai target di tahun 2017, progres sampai dengan periode TW I 2017 adalah sebagai berikut : a.Telah ditandatangani 1 (satu) nota kesepahaman, 5 (lima) Perjanjian Kerjasama (PKS) dan 10 (Sepuluh) Kontrak Kerja pada 1 Maret 2017 b. Telah diterima laporan awal pekerjaan dari tim peneliti penerima fasilitasi peningkatan dan pengembangan BBO dan BBOT tahun 2017 berdasar SK Dirjen Nomor HK.02.02/IV/0156/2017 tanggal 8 Februari 2017. Dikarenakan progres ini sudah on track, diharapkan pada akhir tahun 2017 target indikator dapat tercapai.
TW 2
20
16
80.00
0
Dalam mencapai target di tahun 2017, progres sampai dengan periode TW II 2017 adalah sebagai berikut : a.Telah diterima laporan kemajuan pekerjaan dari tiap-tiap Tim Peneliti penerima fasilitasi peningkatan dan pengembangan bahan baku obat dan bahan baku obat tradisional pelaksanaan tahun 2017 sampai bulan Mei 2017 b. Telah dilakukan pembahasan dalam penyusunan dan finalisasi terhadap Kerangka Acuan Penyusunan Proposal dalam rangka Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Produksi BBO dan BBOT tahun 2018 oleh DIrektorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian dan tim reviewer. Dikarenakan progres ini sudah on track, diharapkan pada akhir tahun 2017 target indikator dapat tercapai.
TW 3
20
16
80.00
0
Dalam mencapai target di tahun 2017, progres sampai dengan periode TW III 2017 adalah sebagai berikut : 1. Penerimaan Laporan Tahap I dari pelaksana pekerjaan terdiri atas 10 (sepuluh) judul laporan yang berasal dari UNPAD (1 laporan), UGM (4 laporan), ITB (2 laporan), BPPT (2 laporan), dan UNAND (2 laporan) 2. Pencairan dana tahap II (70%) sesuai Kontrak Kerja sesuai peraturan yang berlaku melalui Berita Acara Serah Terima Laporan Kemajuan Tahap I dari Pihak Kesatu Dikarenakan progres ini sudah on track, diharapkan pada akhir tahun 2017 target indikator dapat tercapai.
TW 4
20
0
3
Jumlah jenis/varian alat kesehatan yang diproduksi di dalam negeri (kumulatif)
Jumlah
14
TW
Target
Realisasi
Persentase
Akumulatif % Capaian Sampai Bulan Ini
Uraian Realisasi
TW 1
7
7
100.00
50
Berikut ini jenis/varian produk alat kesehatan yang telah mampu diproduksi di dalam negeri (kumulatif) sampai dengan Triwulan 1 Tahun 2017: 1. Karixa Renograf (PT Sarandi Karya Nugraha) 2. Triton Sutures (PT Triton Manufactures) 3. Triton Skin Marker (PT Triton Manufactures) 4. DOMAS FLEXI-CORD Progressive (PT Dutamulti Intioptic Pratama) 5. ORTHINDO Pedicle Screw Titanium (PT Marthys Orthopaedic Indonesia) 6. ID BIOSENS Dengue NS1 (PT Indec Diagnostics) 7. INA-SHUNT Semilunar Flushing Valve System (PT Swayasa Prakarsa) Kendala yang dialami selama Triwulan 1 Tahun 2017 : 1. Terdapat perubahan aturan HS Code dari Bea Cukai ( semula 10 digit menjadi 8 digit ) sehingga menghambat proses evaluasi berkas permohonan 2. Upgrade sistem registrasi online dari versi 1.0 ke versi 2.0 membutuhkan waktu untuk penyesuaian dalam penggunaan baik Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk kendala yang dihadapi selama Triwulan 1 Tahun 2017 sebagai berikut : 1. Melaksanakan koordinasi dengan Bea Cukai 2. Melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis terkait sistem registrasi online versi 2.0 Evaluasi Tindak Lanjut yang telah dilaksanakan untuk kendala yang dialami pada Triwulan 4 Tahun 2016 adalah: Telah dialokasikan anggaran untuk pengadaan storage server
TW 2
8
8
100.00
107.14
Berikut ini jenis/varian produk alat kesehatan yang telah mampu diproduksi di dalam negeri (kumulatif) sampai dengan Triwulan 2 Tahun 2017: 1. Karixa Renograf (PT Sarandi Karya Nugraha) 2. Triton Sutures (PT Triton Manufactures) 3. Triton Skin Marker (PT Triton Manufactures) 4. DOMAS FLEXI-CORD Progressive (PT Dutamulti Intioptic Pratama) 5. ORTHINDO Pedicle Screw Titanium (PT Marthys Orthopaedic Indonesia) 6. ID BIOSENS Dengue NS1 (PT Indec Diagnostics) 7. INA-SHUNT Semilunar Flushing Valve System (PT Swayasa Prakarsa) 8. Renoma Blood Lancet (PT. Safelock Medical) Kendala yang dialami selama Triwulan 2 Tahun 2017 : adanya tuntutan untuk melakukan percepatan perizinan terutama untuk produk alat kesehatan dalam negeri Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk kendala yang dihadapi selama Triwulan 2 Tahun 2017 sebagai berikut : Melakukan evaluasi internal dan melakukan revisi SOP terkait perizinan alat kesehatan dalam negeri Evaluasi Tindak Lanjut yang telah dilaksanakan untuk kendala yang dialami pada Triwulan 1 Tahun 2017 adalah: 1. telah melaksanakan koordinasi dengan Bea Cukai 2. telah melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis terkait sistem registrasi online versi 2.0
TW 3
10
10
100.00
178.57
Berikut ini jenis/varian produk alat kesehatan yang telah mampu diproduksi di dalam negeri (kumulatif) sampai dengan Triwulan 3 Tahun 2017: 1. Karixa Renograf (PT Sarandi Karya Nugraha) 2. Triton Sutures (PT Triton Manufactures) 3. Triton Skin Marker (PT Triton Manufactures) 4. DOMAS FLEXI-CORD Progressive (PT Dutamulti Intioptic Pratama) 5. ORTHINDO Pedicle Screw Titanium (PT Marthys Orthopaedic Indonesia) 6. ID BIOSENS Dengue NS1 (PT Indec Diagnostics) 7. INA-SHUNT Semilunar Flushing Valve System (PT Swayasa Prakarsa) 8. Renoma Blood Lancet (PT. Safelock Medical) 9. NPC Strip G (PT. Swayasa Prakarsa) 10. ENESERS Anesthesia Machine (PT. Enesers Mitra Berkah) Kendala yang dialami selama Triwulan 3 Tahun 2017 : Kurang sinergisnya hasil riset alat kesehatan yang dilakukan oleh pihak akademisi dalam memenuhi pengembangan bisnis industri serta sebaliknya kurangnya akses informasi pihak industri terhadap hasil-hasil riset alat kesehatan dalam negeri apa saja yang telah dan akan diteliti. Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk kendala yang dihadapi selama Triwulan 3 Tahun 2017 sebagai berikut : Menyelenggarakan pameran pembangunan kesehatan dan produksi alat kesehatan dalam negeri tahun 2017 dimana ada area khusus produk hasil riset alat kesehatan dalam negeri sehingga dapat mempertemukan akademisi dengan industri Evaluasi Tindak Lanjut yang telah dilaksanakan untuk kendala yang dialami pada Triwulan 2 Tahun 2017 adalah: 1. telah melaksanakan evaluasi internal terkait lama proses penyelesaian evaluasi permohonan pada masing-masing role dibandingkan dengan jumlah permohonan yang masuk dan tuntutan percepatan proses perizinan alat kesehatan dalam negeri
TW 4
14
178.57
4
Persentase produk alat kesehatan dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) di peredaran yang memenuhi syarat
Persen(%)
83
TW
Target
Realisasi
Persentase
Akumulatif % Capaian Sampai Bulan Ini
Uraian Realisasi
TW 1
83
95.83
115.46
115.46
Jumlah Sertifikat Uji Sampel Alkes Yang Telah diterima dan memenuhi syarat sesuai dengan parameter uji sejumlah 23 sampel dari 24 sampel yang telah memiliki sertifikat uji
TW 2
83
93.23
112.33
227.78
Jumlah Alkes yang sesuai standar terhadap parameter uji yang telah ditetapkan sebanyak 344 sampel dari 354 sampel yang telah memiliki sertifikat hasil uji 2.jumlah PKRT yang sesuai sandar terhadap parameter uji yang telah ditetapkan sebanyak 112 sampel dari 124 sampel yang telah memiliki sertifikat hasil uji
TW 3
83
94.59
113.96
341.75
1.Jumlah alkes yang sesuai standar terhadap Parameter uji yang telah ditetapkan sebnyak 588 sampel dari 598 sampel yang telah memiliki sertifikat hasil uji 2. Jumlah PKRT yang sesuai standar terhadap parameter uji yang telah ditetapkan sebanyak 347 sampel dari 382 sampel yang telah memiliki sertifikat hasil uji
TW 4
83
341.75

Warna Presentase Keterangan
  n/a Tidak Ada Target
  0 s/d 79 Tidak Tercapai
  80 s/d 99 Tercapai Sebagian
  = 100 Tercapai
  > 100 Melebihi Target